Gebyar Parade Pramuka Siaga Peduli Kesehatan dan Lingkungan Hidup



Credit to Pak Lambang

Credit to Pak Lambang
King Abdul Aziz- Pada hari Kamis, 02 Juni 2016 kami menyelenggarakan event yang bisa dibilang spektakuler dan tiada duanya. Mengapa demikian? Karena selama ini belum ada lembaga yang melakukan seperti yang kami lakukan. Seperti judul diatas, acara yang kami selenggarakan disebut dengan Gebyar Parade Pramuka Siaga Peduli Kesehatan dan Lingkungan Hidup. 
"Panjang banget judulnya?" Tanya seorang alumni. Ya, memang panjang sekali. Untuk menerjemah ke dalam bahasa inggris pun saya sempat dibuatnya bingung karena saking panjangnya. Tak mengapa, lupakan saja.
Jadi, event ini kami selenggarakan dengan maksud peduli dengan kesehatan anak-anak (pramuka siaga) dan juga lingkungan yang ada di sekitar mereka. Tidak tanggung-tanggung karena acara ini didukung oleh Ponpes kami sendiri yaitu King Abdul Aziz, kemudian perusahaan depo AKAZ, Tim Pramuka KAZ, PT. Ratu Nusantara (obat herbal), dan juga Perhutani.
Latihan yang cukup penat yang kami lakukan pada hari-hari sebelumnya, terbayar dengan pelaksanaan yang Masha Allah banget! Ah, senangnya. 
GR Paduan Suara nih

GR untuk ketua kelompok

Acara dimulai pagi sekitar pukul 07.00─sebenarnya─namun karena peserta belum datang semua pada jam segitu, akhirnya sedikit molor deh tuh acara. Pak Camat saja sudah datang sejak pukul 07.00, nah pesertanya, hehe. Saya yang sudah berada di sana sejak 06.30 cukup bingung juga mau lakukan apa, jadi saya mondar-mandir saja, samperin semua sisi, seperti asrama, tempat pendaftaran peserta, tak lupa sambil jepret sana jepret sini. 
Tim Srikandi yang lagi siap-siap

Waktu tak berhenti, jarum jam sudah mendekati pukul 8.  Mataharipun semakin meninggi, semburat sinarnya sudah mendominasi pelataran King Abdul Aziz. Peserta sudah mulai bermunculan, semakin lama semakin banyak. 
Tim Arjuna yang akan mengawal peserta yang datang
 
Rombongan dari SD sebelah jalan kaki nih
 
Rombongan MI yang lumayan jauh
Setelah semua─baik peserta maupun guru pembina mereka─berkumpul, acarapun segera dimulai. Pertama, dalam kegiatan pramuka yang pasti akan dilakukan adalah APEL pembukaan. Apel (upacara) dilakukan di pelataran depan depo AKAZ. Setelah terdengar suara ketukan tanda gebyar parade pramuka telah resmi dibuka, dari atas gedung yang belum selesai dibangun, tiba-tiba beterbangan petasan-petasan yang suaranya menggelegar sekali, membuat suasana semakin meriah. Ah, itu pembina pramuka kami! Hahaha....saya dan teman-teman sempat terharu. Saat apel sedangberlangsung, tak disangka banyak sekali peserta yang tumbang. 
Paduan suara saat apel
Apel berlangsung khusuk
Ah namanya juga anak-anak. Untunglah Tim Srikandi dan Arjuna selalu ada di belakang untuk mendampingi para peserta. So, mungkin tidak sampai jatuh gedebuk. Setelah ditanya, ternyata banyak dari mereka yang berangkat tanpa sarapan terlebih dahulu. Akhirnya, saya dan seorang teman diutus untuk membeli roti yang banyak sekali untuk mereka, ya buat ganjal perut mereka gitu.
Teras AKAZ dipakai untuk mereka yang tumbang

Apel selesai, semua kembali ke tempat yang sudah disediakan, di sini biasa disebut dengan tarup. Secara bergantian mereka mengambil jatah makan mereka masing-masing, dan untuk minum.....tenang saja, galon disebar di pelataran. Tinggal pencet, minum deh J. Tapi, ada syaratnya loh, tidak boleh sekedar minum begitu saja. Kami─santri KAZ─selalu bawel terhadap peserta. Setiap kali kami melihat mereka hendak minum dengan berdiri, pasti ada yang menegur.
“Hayo, Adek... minumnya sambil duduk, pake tangan kanan, bismillah dulu.” Kira-kira seperti itulah, dan itu kami lakukan pada semuanya, wehehehe, tapi gantian. 
Makin manis kan kalo minum sambil duduk :)
 Perut sudah terisi, begitu juga pastinya dengan tenaga, semua sudah kuat dan senang. Acara selanjutnya adalah menanam pohon!!! Yeay! Entah tanam sejuta atau seribu pohon ya namanya, yang pasti kami menanam pohon yang banyak sekali. Di sini, perhutani yang berperan banyak. Menurut informasi yang saya dapat, harga 1 benih pohon itu tidaklah murah, kami membutuhkan sangat banyak pohon, dan dana pun limit, tapi Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, perhutani memberikannya secara gerrrrratis! Ha..bapak terimakasih banyak ya.. J. Tanam pohon pertama, dilakukan oleh petinggi yang ada di sana dan menanamnya pun tidak kemana-mana, yaitu di area King Abdul Aziz saja. Seperti Bapak Pengasuh KAZ, Direktur KAZ, Pak Camat, Danramil, Perhutani, PT. Nusantara, dan lain sebagainya.







Applause terdengar di semua sisi setelah petinggi selesai menanam, selanjutnya tiba giliran Tim Srikandi dan Arjuna (Penegak dan Penggalang KAZ) serta para peserta siaga yang menanam. Menanam di mana? Sebagian pergi ke arah selatan, dan sebagian yang lain menuju arah utara. Di sana sudah ada lubang-lubang yang ditancap dengan potongan bambu tipis yang sudah dibuat oleh para warga di pagi hari sebelum acara dimulai. Tepatnya, kami menanam di pinggiran sungai. 







Acara tanam menanam ditutup dengan tanda tangan pada sebuah banner panjang yang sudah disediakan, dimaksudkan bahwa semua yang tanda tangan berarti ikut berpartisipasi. Sama dengan acara tanam-menanam, acara tanda tanganpun diawali oleh petinggi. Bukannya apa-apa, tapi memang petinggi itu kan lebih tua daripada kami, tidak sopan jika mendahului, lagipula peran mereka besar untuk acara ini. 










Hm...matahari sudah meninggi hampir di tengah ubun-ubun, namun acara tetap berjalan. Setelah acara tanda tangan usai, kami lanjut pada sesi acara yang berikutnya, yaitu materi kesehatan dari PT. Nusantara. Peserta dikondisikan duduk di kursi dengan rapi dengan didampingi Srikandi serta Arjuna yang berdiri di sisi mereka. Materi membahas tentang darah. He? Darah normal, darah yang mengental, serta darah yang terkena radikal bebas akibat makanan dan minuman instan yang setiap harinya pasti dilahap oleh anak-anak itu, termasuk Srikandi, Arjuna, dan juga saya, hahaha.
Pemateri dari PT. Ratu Nusantara

Tim Srikandi lagi jaga adik-adik nih

Materi sudah cukup, dan saatnya untuk merealisasikan apa yang sudah disampaikan. Cek darah! Peserta secara bergantian dicek darahnya. Apakah darah mereka normal, kental, atau terkena radikal bebas. Banyak yang takut tuh, saya pun :D. Sekali masuk, di ruangan ada sekitar 22 anak yang sudah terbentuk menjadi 1 kelompok. Jadi, dari sekitar 270 peserta dibagi menjadi 12 kelompok. Saat 1 kelompok sedang dicek, kelompok lain akan berdiskusi tentang materi yang sudah diberikan sebelumnya oleh PT. Nusantara dengan dipimpin oleh satu orang dari KAZ, termasuk saya. (wah, maaf gak ada foto cek darah nih, kelupaan)
Tepat pukul 12.00 acara diistirahatkan untuk melakukan sholat dhuhur. Para peserta digiring bergantian untuk mengambil air wudhu, kemudian sholat. Untuk putri, sholat di asrama putri, sedangkan laki-laki di masjid. Mungkin sekitar setengah atau satu jam dibutuhkan untuk wudhu, sholat, dan sebagainya. Kemudian acara dilanjutkan dengan penampilan Drumband KAZ yang semua pemainnya tetap dibalut dengan kostum pramuka.
Alunan-alunan alat musik yang dimainkan mereka sangat memanjakan indera pendengaran. Mulai dari marching bell dengan suara ting tingnya, senar yang kedomprang kedompreng, hingga bass drum dengan suara doom doomnya yang menggelegar dan membuat jantung berdebar. Selain telinga yang terhibur, retina juga. Kuning, putih, dan juga ungu yang menjadi warna kain yang dipasang pada sebuah gagang yang diputar ke sana ke mari berhasil mencolok mata dengan keindahan gerakannya. Yup! Apalagi kalau bukan colour guard. He? Bendera warna-warni ituloh.

Beberapa menit KAZ menjadi full music. Setelah itu, kembali tenang. He...
Materi kedua dari perhutani tentang lingkungan, menjadi acara yang hampir mendekati akhir acara. Setidaknya 1 jam lebih bapak dari perhutani menyampaikan materi dengan dijejali tebakan berhadiah uang. Huuuu anak-anak sangat menyukainya!
Selepas teriak-teriak karena berebut menebak pertanyaan, pasti lelah ya? Baiklah, waktunya makan lagi, Adik-adik... Yang kedua ini lebih rapi, mereka berjejer dua-dua. Mungkin sudah lelah, jadi nurut hehehe.
Budayakan antri :)


Dengan sigapnya ibu-ibu ini ada untuk mereka yang lapar :D

Antri ya..antri...
Sudah makan, minum, perut kenyang, tenaga terisi kembali. Well, time to close the event. Apel penutupan dilakukan, setelahnya semua peserta berjabat tangan dengan para pembina dan juga panitia, intinya, semua yang ada di sana salim deh.
Semua peserta siaga dan gurunya pulang. Tinggallah kami─panitia, Srikandi, Arjuna, Garuda I, Garuda II, kakak pembina, entah siapa lagi─untuk membersihkan puing-puing sisa acara. Puing-puing? *lupakan! 
Srikandi lagi nyapu nih

Event ini dimuat oleh Radar Banyuwangi
Credit to Kang Rijal

Credit to Kang Rijal

Credit to Kang Rijal

Acara selesai. Tulisan selesai. | Tulisan saya terima. Kembali ke tempat! | Kembali ke tempat.
      
*Foto diambil oleh Saya (Mila) dan Pak Lambang

  

Komentar